BIAR TETAP CANTIK, TIPS INI BANTU ANDA KENALI SEBAB MOBIL KOTOR DAN CARA MEMBERSIHKANNYA, NOMOR 5 PALING BIKIN KESAL

Sebagai wanita modern, Chaca selalu ingin tampak cantik sepanjang waktu. Oleh sebab itu ia selalu rutin melakukan perawatan ke salon kecantikan.

Sebagai pribadi yang aktif dan punya mobilitas tinggi, Chaca mengandalkan Toyota Rush TRD dengan transmisi matik terbaru untuk mengantarkan beraktivitas setiap hari.

Memang Toyota Rush merupakan sebuah SUV, namun tampilan Rush terbaru yang begitu gagah dan modern sanggup memikat hatinya. Di samping itu, SUV ini juga dikenal andal untuk dikendarai, bahkan oleh wanita sekalipun, karena Chaca senang mengemudi sendiri.

Chaca ingin mobil kesayangannya ini selalu tampil cantik dan segar. Ia ingin SUV 7 penumpang ini terlihat memikat di jalan dan membuatnya merasa nyaman saat berkendara.

Sama dengan perawatan diri, ada beberapa hal yang bakal membuat wajah mobil Chaca berubah tidak ceria dan tampak kusam. Kalau sudah begini, pasti ia akan kecewa dan segan mengemudikannya.

Nah, apa saja yang bisa membuat tampang mobil kesayangan Chaca jadi terlihat kusam dan tidak menarik? Ini penjelasannya.

1. Debu halus

Namanya juga mobil dipakai di jalan, kotoran seperti debu pasti mudah sekali menempel. Jangankan di jalan, mobil yang disimpan di garasi sekalipun pasti ada debunya.

Sebelum pergi di pagi hari, Anda bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber. Saat ini banyak dijual kemoceng dengan bahan kain mikrofiber. Jangan pakai kemoceng berbahan bulu ayam karena akan membuat bodi mobil tergores.

2. Noda jelaga, aspal, dan serangga

Noda jelaga bekas asap mobil lain dan serangga bisa ditemui di bagian depan mobil. Kalau belum mengeras bisa dibersihkan pakai kain mikrofiber.

Noda aspal biasanya banyak ditemui di dekat sepatbor mobil. Hati-hati saat membersihkannya karena kerap sudah menempel erat. Salah membersihkan malah akan merusak bodi mobil.

Anda butuh cairan bug and tar removal untuk membersihkannya. Cairan ini juga bisa dipakai untuk membersihkan noda jelaga dan serangga mati yang membandel.

3. Noda sisa mencuci mobil

Jejak yang ditinggalkan biasanya berbentuk seperti pulau kecil atau akrab disebut sebagai jamur. Ini biasa timbul saat Anda tidak mengeringkan bodi mobil secara maksimal saat mencuci.

Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mengecek segala sisi bodi mobil usai mencuci dan pastikan kering sempurna. Perhatikan pula adanya lelehan air seperti di tutup tangki dan emblem Toyota. Termasuk pula di sela-sela pintu dan gril mobil.

Namun kalau sudah terlanjur muncul, coba bersihkan dengan eksterior cleaner yang banyak dijual di supermarket atau toko aksesoris mobil. Biasanya sudah bisa terangkat kalau belum terlalu lama didiamkan.

4. Noda bekas air hujan

Sebenarnya efek yang ditimbulkan oleh sisa air hujan sama dengan sisa air cucian mobil. Hanya saja karena bersifat asam, noda jamur yang ditimbulkan lebih sulit dibersihkan dan punya sifat lebih korosif.

Oleh sebab itu, selalu cuci mobil Anda setelah terkena hujan di jalan dan jangan biarkan terlalu lama. Kalau sampai muncul jamur bodi, segera besihkan pakai exterior cleaner. Namun kalau tidak mempan, Anda bisa pakai bahan kompon yang lebih kuat daya angkatnya.

Noda bekas cucian mobil dan air hujan bisa dikurangi risiko timbulnya jika Anda rajin melakukan pemolesan pada bodi mobil paling tidak sebulan sekali.

Tidak perlu memakai alat pemoles layaknya profesional car detailer, cukup gunakan bahan wax yang dijual di toko dan aplikasikan dengan menggunakan tangan kosong. Ini cukup untuk menahan laju noda jamur bodi tumbuh di bodi mobil.

5. Baret di bodi mobil

Untuk orang yang apik dalam merawat kendaraan seperti Chaca, baret atau goresan di bodi mobil merupakan salah satu bentuk kerusakan yang paling membuat kesal.

Bekas baret dapat terlihat jelas, terutama untuk mobil berwarna gelap seperti hitam, sehingga membuatnya tampak kusam dan tidak terawat. Apalagi jika baret halus banyak timbul di sekujur bodi mobil.

Baret bisa timbul akibat perlakuan salah saat membersihkan mobil. Seperti menggunakan kemoceng berbahan bulu ayam atau langsung menyeka mobil dengan kain kanebo tanpa menyiramnya terlebih dahulu dengan air untuk merontokkan kotoran.

Bisa pula karena terkena benda tajam seperti ujung ranting pohon atau terluka karena serempetan. Kalau masih halus bisa dihilangkan dengan kompon. Tapi kalau parah sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan ahlinya seperti tim Body & Paint bengkel resmi Auto2000.

6. Karat

Sebenarnya mobil modern sudah menggunakan anti karat. Meski begitu, pemilik mobil di daerah dekat pantai punya risiko lebih besar terdampak karat karena tingginya kadar mineral di air dan sifatnya relatif asam.

Apalagi jika di bodi mobil ada luka terbuka akibat tabrakan dan Anda belum sempat membawanya ke bengkel untuk perbaikan.

Oleh sebab itu, jangan biarkan sampai ada luka terbuka di bodi mobil yang bisa jadi media timbulnya karat. Termasuk bagian kolong mobil yang paling rentan kotor dan terpapar korosi.

Segera perbaiki di bengkel resmi Auto2000 jika ada luka seperti penyok atau baret dalam yang tembus hingga ke panel bodi mobil.

Penggunaan bahan wax juga bisa membantu menahan timbulnya korosi di bodi mobil. Namun sebelum mengaplikasikan wax, Anda harus memastikan mobil sudah bersih, tidak ada noda jamur, dan luka terbuka.
Sumber : Auto2000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *